Rencana pembelajaran (untuk) peradaban

Main Article Content

Elana Era Yusdita

Abstract

Abstrak


Hilangnya kedaulatan pendidik untuk mendidik menjadi pertanyaan akan hilangnya “nilai” pada proses pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk memberi pencerahan terhadap praktek pendidikan akuntansi, dan bahkan bidang lainnya, dengan memakai ideologi bangsa yaitu Pancasila dan cara yang telah ditempuh Rasulullah S.A.W. sebagai guru. Peneliti menggunakan logika spiritual untuk merasakan “kesalahan”, mencari tumpuan, serta mengajukan solusi. Hasilnya adalah cara mengajar filosofis-praktis yang menjaga habluminnallah dan habluminannas. Ada sederet cara sarat nilai yang dapat dilakukan pendidik daripada harus mengutuk fenomena perilaku anak yang terdegradasi.


Abstract


The loss of educator sovereignty to educate is a question of the loss of "value" in the learning process in the classroom. This study aims to enlighten the practice of accounting education, and even other fields, by using the ideology of the nation, namely Pancasila and the ways taken by Rasulullah S.A.W. as a teacher. Researchers use spiritual logic to feel "mistakes", seek support, and propose solutions. The result is a philosophical-practical teaching method that maintains habluminnallah and habluminannas. There are a number of value-laden ways that educators can do rather than condemn degraded child behavior phenomena.

Article Details

How to Cite
Yusdita, E. E. (2019). Rencana pembelajaran (untuk) peradaban . Oetoesan-Hindia: Telaah Pemikiran Kebangsaan, 1(1), 1-12. https://doi.org/10.34199/oh.1.1.2019.001
Section
Articles

References

Akbar, M. (2012). Kaum Intelektual Turut Langgengkan Praktik Korupsi di Pemerintah. Retrieved May 30, 2019, from https://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/05/25/m4kpqw-kaum-intelektual-turut-langgengkan-praktik-korupsi-di-pemerintah
Briando, B., Triyuwono, I., & Irianto, G. (2017). Gurindam Etika Pengelola Keuangan Negara. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 8(1), 1–17. https://doi.org/10.18202/jamal.2017.04.7036
Carmona, S. (2013). Accounting curriculum reform? The devil is in the detail. Critical Perspectives on Accounting, 24(2), 113–119. https://doi.org/10.1016/j.cpa.2012.03.004
Ghuddah, A. F. A. (2018). Muhammad Sang Guru: Menyibak Rahasia Cara Mengajar Rasulullah. Jakarta: Penerbit Akses.
Hofstede, G., Hofstede, G. J., & Minkov, M. (2010). Culture & Organizations: software of the mind: intercultural cooperation and its importance for survival (Third). New York: McGraw-Hill International.
Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1998). The Nature of Man. Management Learning, 7(2), 4–19. https://doi.org/10.1177/135050768801900104
Kamayanti, A. (2012). Cinta: Tindakan Berkesadaran Akuntan (Pendekatan Dialogis Dalam Pendidikan Akuntansi). Simposium Nasional Akuntansi XV.
Kamayanti, A. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif Akuntansi: Pengantar Religiositas Keilmuan. Jakarta: Yayasan Rumah Peneleh.
Knights, D., & Leary, M. O. (2005). Reflecting on corporate scandals : the failure of ethical leadership. Business Ethics: A European Review Reflecting, 14(4), 359–366.
Lombok, L. L. (2014). Kedaulatan Negara vis a vis Keistimewaan dan Kekebalan Hukum Organisasi Internasional dalam Sebuah Intervensi Kemanusiaan. Pandecta: Research Law Journal, 9(1), 50–75. https://doi.org/10.15294/pandecta.v9i1.2853
Ludigdo, U. (2012). Memaknai Etika Profesi Akuntan Indonesia dengan Pancasila. Pidato Pengukuhan Guru Besar, (April), 1–70.
Ludigdo, U., & Kamayanti, A. (2012). Pancasila as Accountant Ethics Imperialism Liberator. World Journal of Social Sciences, 2(6), 159–168.
Mulia, A. S. (2012). Mengungkap Pemahaman Tentang Akuntansi dari Kecerdasan Emosional, Spiritual dan Sosial Mahasiswa. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 3(3), 334–501.
Mulyadi. (2001). Akuntansi Manajemen: Konsep, Manfaat, dan Rekayasa. Jakarta: Salemba Empat.
Murdiansyah, I., Sudarma, M., & Nurkholis. (2017). Pengaruh Dimensi Fraud Diamond Terhadap Perilaku Kecurangan Akademik (Studi Empiris Pada Mahasiswa Magister Akuntansi Universitas Brawijaya). Jurnal Akuntansi Aktual, 4(2), 121–133.
Nadjib, E. A. (2017). Wongso,The Legend. Retrieved June 1, 2019, from https://www.caknun.com/2017/wongso-the-legend/
Paranoan, S. (2015). Akuntabilitas dalam upacara adat pemakaman. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 6(2), 214–223.
Rahayu, S., & Yudi. (2015). Uang Na’i: Antara Cinta dan Gengsi. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 6(2), 224–236.
Setiawan, A. R., Kamayanti, A., & Mulawarman, A. D. (2014). Pengakuan Dosa [Sopir] A[ng]ku[n]tan1 Pendidik: Studi Solipsismish. Jurnal Pendidikan Akuntansi, 2(1).
Sitorus, J. H. E. (2015). Membawa pancasila dalam suatu definisi akuntansi. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 6(2), 175–340.
Sriwinarti, N. K., & Triyuwono, I. (2010). Pemilihan Paradigma Penelitian Akuntansi: Analisis Berdasarkan Pewarigaan dan Kecerdasan Manusia. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 1(2), 1–19.
Sudarma, M. (2010). Paradigma Penelitian Akuntansi dan Keuangan. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 1(1), 97–108.
Sugiono, A., Ludigdo, U., & Baridwan, Z. (2015). Makna Pajak dan Retribusi: Perspektif Wajib Pajak Pedagang Kaki Lima. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 6(1), 53–78. https://doi.org/10.18202/jamal.2015.04.6006
Triyuwono, I. (2010). “Mata Ketiga”: Se Laen, Sang Pembebas Sistem Pendidikan Tinggi Akuntansi. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 1(1), 1–23.
Triyuwono, I. (2015). Akuntansi Malangan: Salam Satu Jiwa dan Konsep Kinerja Klub Sepak Bola. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 6(2), 290–303.
Triyuwono, I., Djamhuri, A., Ludigdo, U., Rahman, A. F., Mulawarman, A. D., Kamayanti, A., … Rahmanty, V. N. (2013). Insight (Inspiring, Enlightening, and Emancipating): Filosofi & Konsep Pendidikan serta Metode Pembelajaran Pascasarjana Akuntansi (1st ed.). Malang: Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.
Yusdita, E. E. (2014). Pendebetan Etika Dalam Jiwa Akuntan Indonesia: Pemupukan Nilai Pancasila Oleh Pendidik. Media Mahardhika, 12(3), 28–40.
Yusdita, E. E. (2017). Inserting Pancasila on Accounting Education. 2017 International Conference on Education and Science (ICONS 2017), 1237–1244. Pengurus Besar PGRI.